Pinjol Perketat Seleksi Peminjam, Usia 19-34 Tahun Sumbang 48,22% Kredit Bermasalah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 05:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pinjaman online atau fintech lending mulai memperketat seleksi peminjam. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas pembiayaan di tengah pertumbuhan industri yang masih tinggi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peminjam berusia 19-34 tahun menyumbang 48,22% dari total outstanding bermasalah fintech lending hingga Juli 2026.

Data tersebut menjadi perhatian karena kelompok usia produktif merupakan salah satu segmen penting dalam bisnis pinjaman digital. OJK mendorong perusahaan fintech meningkatkan penilaian risiko sebelum pembiayaan diberikan.

Secara keseluruhan, Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) fintech lending mencapai 4,32% pada Juli 2026. OJK terus memantau kualitas pembiayaan berdasarkan karakteristik peminjam.

Bukan hanya usia, jenis kelamin juga menjadi salah satu data yang dicermati. Borrower laki-laki tercatat menyumbang 54,22% dari outstanding bermasalah pada periode tersebut.

Baca Juga :  Cara Memilih Asuransi Mobil Terbaik 2026, All Risk atau TLO? Ini Panduannya

Untuk menekan risiko, perusahaan fintech semakin mengandalkan credit scoring. Penilaian dapat mempertimbangkan profil peminjam, pendapatan, kapasitas pembayaran, serta riwayat pembayaran.

Sejumlah penyelenggara juga menerapkan pendekatan berbeda. Amartha menggabungkan machine learning, artificial intelligence (AI), dan tenaga lapangan dalam proses penilaian calon borrower.

Sementara itu, UKU mencatat peminjam berusia 35-54 tahun menyumbang sekitar 56% dari total penyaluran pinjaman Januari-Agustus 2026. Kelompok usia 29-34 tahun menyumbang sekitar 38%.

UKU juga menerapkan plafon pinjaman berdasarkan kemampuan pembayaran borrower. Perilaku pembayaran dipantau selama masa pinjaman untuk mengantisipasi potensi masalah.

Baca Juga :  BI Rate Tinggi, Apakah Bunga KPR dan Cicilan Bank Bakal Naik?

Di sisi lain, edukasi keuangan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembiayaan. Peminjam didorong mengambil pinjaman berdasarkan kebutuhan dan kemampuan membayar.

Hingga Juli 2026, outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp105,63 triliun. Nilai tersebut tumbuh 24,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Industri fintech lending juga mencatat laba Rp1,36 triliun, tumbuh 18,20% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut membuat kualitas borrower dan pengelolaan risiko semakin menjadi perhatian.

Bagi masyarakat yang menggunakan pinjaman online, kemampuan membayar tetap menjadi faktor penting. Memahami biaya pinjaman, tenor, cicilan, dan kemampuan keuangan sebelum mengajukan pinjaman dapat membantu mengurangi risiko gagal bayar. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Wall Street Melemah, Harga Minyak Melonjak akibat Ketegangan AS-Iran
Mortgage Pre-Qualification: How It Works, Requirements, and How Much You Can Borrow in 2026
Dolar AS Makin Kuat, BI Siapkan Strategi Baru untuk Jaga Rupiah hingga Akhir 2026
IHSG Hari Ini Anjlok 1,51 Persen, GOTO Jatuh 14 Persen: Simak Level Support dan Resistance
IHSG Pekan Ini Dibayangi The Fed, Harga Minyak Tembus US$100, 3 Saham Ini Jadi Sorotan
Rupiah Hari Ini 28 September 2026 Anjlok ke Rp17.968, Ini Penyebabnya
IHSG Hari Ini 28 September 2026 Anjlok 0,89%, BBCA hingga PACK Tertekan
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 28 September 2026, Antam, UBS dan Galeri 24
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 05:02 WIB

Pinjol Perketat Seleksi Peminjam, Usia 19-34 Tahun Sumbang 48,22% Kredit Bermasalah

Selasa, 29 September 2026 - 00:30 WIB

Wall Street Melemah, Harga Minyak Melonjak akibat Ketegangan AS-Iran

Senin, 28 September 2026 - 23:01 WIB

Mortgage Pre-Qualification: How It Works, Requirements, and How Much You Can Borrow in 2026

Senin, 28 September 2026 - 21:11 WIB

Dolar AS Makin Kuat, BI Siapkan Strategi Baru untuk Jaga Rupiah hingga Akhir 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:52 WIB

IHSG Hari Ini Anjlok 1,51 Persen, GOTO Jatuh 14 Persen: Simak Level Support dan Resistance

Berita Terbaru