Jakarta-IHSG hari ini, Senin 28 September 2026, langsung dibuka di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,89 persen ke level 6.209,74 pada awal perdagangan.
Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang melemah. Pada awal perdagangan, sebanyak 401 saham berada di zona merah, sedangkan 139 saham menguat dan 168 saham stagnan.
Pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar ikut menjadi perhatian investor. Saham BBCA turun 0,80 persen ke Rp6.200, sedangkan TLKM melemah 1,24 persen menjadi Rp2.380 per saham.
Penurunan lebih dalam terjadi pada saham PACK. Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. tersebut turun 6,20 persen ke Rp605 pada awal perdagangan.
Tekanan IHSG datang ketika pasar global menghadapi ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi. Kenaikan suku bunga global dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS dan memengaruhi aliran dana ke pasar negara berkembang.
Di dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen pada RDG 22–23 September 2026. Stabilitas rupiah dan perkembangan inflasi menjadi perhatian utama kebijakan moneter.
Rupiah juga menjadi salah satu indikator penting bagi investor hari ini. Pada 25 September, rupiah berada di sekitar Rp17.903 per dolar AS, sementara JISDOR tercatat Rp17.917 per dolar AS.
Selain itu, inflasi Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan. Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi Juli yang berada di level 2,88 persen.
Ada faktor lain yang membuat perdagangan 28 September menarik perhatian. BEI mulai menerapkan perubahan ketentuan Papan Pemantauan Khusus dan mekanisme FCA. Perubahan tersebut mencakup sejumlah penyesuaian terhadap perdagangan saham berharga rendah dan saham yang sebelumnya berada dalam mekanisme pemantauan khusus.
Investor juga akan mencermati perkembangan harga minyak, dolar AS, imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta sentimen geopolitik global. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi pergerakan aset berisiko di pasar Indonesia.
Dengan kondisi tersebut, IHSG hari ini menjadi salah satu perhatian utama pasar keuangan Indonesia. Pergerakan BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, serta saham-saham yang mengalami tekanan besar akan menjadi perhatian sepanjang sesi perdagangan.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi merupakan tanggung jawab masing-masing investor. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









