BI Rate September 2026 Tetap 5,75 Persen, Rupiah Jadi Perhatian Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Bank Indonesia kembali mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22–23 September 2026.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan keputusan itu mempertimbangkan kebutuhan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Di sisi lain, inflasi domestik masih berada dalam sasaran Bank Indonesia.

Selain BI Rate, Bank Indonesia mempertahankan Deposit Facility 4,75 persen dan Lending Facility 6,50 persen. Kebijakan tersebut berlaku setelah mempertimbangkan perkembangan ekonomi domestik dan tekanan pasar keuangan global.

Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan. Angka itu meningkat dari 2,88 persen pada Juli 2026, tetapi masih berada dalam kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia.

Bank Indonesia masih melihat adanya ruang untuk menurunkan suku bunga pada periode mendatang. Namun, peluang tersebut bergantung pada kondisi rupiah, inflasi, serta perkembangan ekonomi global.

Tekanan eksternal menjadi perhatian karena suku bunga Amerika Serikat berada di level 3,75–4 persen. Kenaikan imbal hasil US Treasury juga berpotensi memengaruhi arus modal ke negara berkembang.

Untuk menjaga rupiah, Bank Indonesia menggunakan berbagai instrumen stabilisasi. Strateginya mencakup transaksi Non-Deliverable Forward, transaksi spot, serta Domestic Non-Deliverable Forward.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini 28 Juli 2026 Melemah ke Rp18.068 per Dolar AS, Pasar Cermati Dampak Mundurnya Perry Warjiyo

Di sektor perbankan, kredit pada Agustus 2026 tumbuh 13,65 persen secara tahunan. Kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 25,11 persen. Kondisi tersebut menunjukkan penyaluran pembiayaan masih bergerak kuat meski BI Rate bertahan 5,75 persen.

Berikut versi Google Discover yang lebih original, ringkas, kuat di keyword, dan tetap berdasarkan informasi yang Anda kirim.

Bank Indonesia kembali mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22–23 September 2026.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan keputusan itu mempertimbangkan kebutuhan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Di sisi lain, inflasi domestik masih berada dalam sasaran Bank Indonesia.

Selain BI Rate, Bank Indonesia mempertahankan Deposit Facility 4,75 persen dan Lending Facility 6,50 persen. Kebijakan tersebut berlaku setelah mempertimbangkan perkembangan ekonomi domestik dan tekanan pasar keuangan global.

Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan. Angka itu meningkat dari 2,88 persen pada Juli 2026, tetapi masih berada dalam kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia.

Bank Indonesia masih melihat adanya ruang untuk menurunkan suku bunga pada periode mendatang. Namun, peluang tersebut bergantung pada kondisi rupiah, inflasi, serta perkembangan ekonomi global.

Baca Juga :  Kurs Dolar Singapura Hari Ini 3 Agustus 2026 Tembus Rp14.017,96, Saat Tepat Tukar Uang?

Tekanan eksternal menjadi perhatian karena suku bunga Amerika Serikat berada di level 3,75–4 persen. Kenaikan imbal hasil US Treasury juga berpotensi memengaruhi arus modal ke negara berkembang.

Untuk menjaga rupiah, Bank Indonesia menggunakan berbagai instrumen stabilisasi. Strateginya mencakup transaksi Non-Deliverable Forward, transaksi spot, serta Domestic Non-Deliverable Forward.

Di sektor perbankan, kredit pada Agustus 2026 tumbuh 13,65 persen secara tahunan. Kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 25,11 persen. Kondisi tersebut menunjukkan penyaluran pembiayaan masih bergerak kuat meski BI Rate bertahan 5,75 persen.

FAQ

Apakah BI Rate September 2026 naik?
Tidak. Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.

Berapa suku bunga Deposit Facility?
Deposit Facility dipertahankan sebesar 4,75 persen.

Berapa Lending Facility Bank Indonesia?
Lending Facility tetap sebesar 6,50 persen.

Mengapa BI mempertahankan BI Rate 5,75 persen?
Salah satu pertimbangan utamanya adalah menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Apakah BI masih memiliki peluang menurunkan suku bunga?
Bank Indonesia menyatakan masih mencermati ruang penurunan BI Rate, dengan mempertimbangkan inflasi, stabilitas rupiah, dan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp17.916, Dolar AS Makin Kuat: Apa Dampaknya?
Mortgage Rates in Norway: What Homebuyers Need to Know
Cara Pinjam Uang di DANA 2026, Cek Syarat DANA Cicil, Cara Ajukan dan Limitnya
Norway Mortgage: How Home Loans Work in Norway
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 September 2026 Stabil, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback
Harga BBM Hari Ini 24 September 2026 Jambi, Sumbar dan Sumut, Cek Pertamax hingga Dexlite
Best Credit Cards in Australia 2026: Rewards, Fees and Benefits
KUR BNI 2026: Syarat, Bunga, Limit dan Cara Pengajuan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:11 WIB

Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp17.916, Dolar AS Makin Kuat: Apa Dampaknya?

Kamis, 24 September 2026 - 15:00 WIB

Mortgage Rates in Norway: What Homebuyers Need to Know

Kamis, 24 September 2026 - 11:00 WIB

Norway Mortgage: How Home Loans Work in Norway

Kamis, 24 September 2026 - 09:18 WIB

BI Rate September 2026 Tetap 5,75 Persen, Rupiah Jadi Perhatian Utama

Kamis, 24 September 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 September 2026 Stabil, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback

Berita Terbaru

Bisnis

Mortgage Rates in Norway: What Homebuyers Need to Know

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:00 WIB