IHSG Ditutup Menguat ke 6.176, Saham BBCA, BBRI, BMRI hingga TLKM Jadi Motor Penguatan Bursa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, di zona hijau. Penguatan didorong oleh kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar dan emiten telekomunikasi sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar modal Indonesia.

Sejalan dengan penguatan IHSG, Indeks Bisnis-27 juga mencatat kenaikan 2,40 persen ke level 430,95. Dari total 27 saham konstituen, sebanyak 14 saham menguat, 12 saham melemah, dan satu saham ditutup stagnan.

Saham yang memimpin kenaikan berasal dari PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang melonjak 5,56 persen menjadi Rp760 per saham. Disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang naik 5,14 persen ke Rp2.660 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 4,02 persen menjadi Rp6.475.

Saham sektor perbankan pelat merah juga tampil solid. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 3,94 persen ke Rp4.480. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 3,85 persen menjadi Rp2.970, sedangkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) bertambah 2,29 persen ke level Rp3.580.

Baca Juga :  Laba Telkom Indonesia (TLKM) Semester I 2026 Naik Jadi Rp10,6 Triliun, Simak Kinerja Terbarunya

Di sisi lain, sejumlah saham masih mengalami tekanan. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 2,77 persen menjadi Rp1.230. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 2,68 persen ke Rp545, sedangkan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) terkoreksi 2,24 persen menjadi Rp7.625.

Tekanan juga terjadi pada PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 1,90 persen ke Rp515. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 1,62 persen menjadi Rp364, sementara PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 1,39 persen ke Rp26.550.

Tim riset MNC Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Secara teknikal, indeks diperkirakan berpotensi menguji area 6.137 hingga 6.254 sebagai target berikutnya, dengan area koreksi terdekat berada di kisaran 5.974 hingga 6.020.

Baca Juga :  IHSG Sepekan Menguat 1,82%, Net Buy Asing Capai Rp2,30 Triliun

Analis juga mencatat level support IHSG berada di 5.839 dan 5.607, sedangkan level resistance diperkirakan berada pada 6.286 dan 6.599. Pergerakan saham-saham perbankan besar, telekomunikasi, serta arus dana asing diperkirakan masih menjadi faktor penting yang menentukan arah pasar pada perdagangan pekan depan.

FAQ

Mengapa IHSG menguat hari ini?
Karena didorong kenaikan saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, serta TLKM dan KLBF.

Saham apa yang naik paling tinggi?
KLBF menjadi saham dengan kenaikan tertinggi sebesar 5,56 persen.

Bagaimana prospek IHSG selanjutnya?
Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji area 6.137 hingga 6.254 dengan support utama di 5.839. Tim

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah
BI Rate 5,75 Persen, Cadangan Devisa Indonesia Tembus US$146,32 Miliar per September 2026
Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?
ASX 200 Today: Australian Shares Slip as BHP and Rio Tinto Sink Nearly 5%
Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$459,3 Miliar pada Agustus 2026, Ini Penjelasan BI
Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM ke Bali, 60 SPBU Disiapkan Buka 24 Jam
IHSG Dibuka Anjlok ke 5.900, Saham GOTO Ambles 7,14%, Investor Waspadai Inflasi AS
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:54 WIB

ASX 200 Today: Australian Shares Slip as BHP and Rio Tinto Sink Nearly 5%

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$459,3 Miliar pada Agustus 2026, Ini Penjelasan BI

Berita Terbaru