Google Cloud Hadirkan Solusi Kendalikan Biaya Token AI, Perusahaan Tak Lagi Khawatir Tagihan Membengkak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI – Google Cloud memperkenalkan berbagai solusi yang dirancang untuk membantu perusahaan mengendalikan biaya penggunaan token kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini dilakukan agar implementasi AI dapat berjalan lebih efisien tanpa menimbulkan lonjakan biaya operasional.

Country Director Google Cloud Indonesia, Karim Siregar, mengatakan perusahaan perlu memahami besarnya biaya token AI sekaligus manfaat bisnis yang dihasilkan sebelum menerapkan teknologi tersebut dalam skala besar.

Menurutnya, pengukuran biaya dan nilai bisnis menjadi tahapan penting saat perusahaan masih berada pada fase uji coba atau pilot project.

“Perusahaan harus mengetahui berapa biaya token yang digunakan dan apa nilai tambah yang diberikan kepada bisnis. Setelah itu implementasi dapat ditingkatkan secara bertahap sehingga tidak menimbulkan lonjakan biaya yang tidak terduga,” ujar Karim dalam kegiatan media briefing di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Google Cloud Sediakan Perhitungan Biaya Token AI

Google Cloud menawarkan sistem yang memungkinkan perusahaan menghitung kebutuhan token AI sesuai layanan yang digunakan. Dengan begitu, perusahaan dapat memperkirakan anggaran sejak awal sebelum memperluas penggunaan AI.

Selain membantu menghitung kebutuhan biaya, Google juga menyediakan layanan FinOps pada Gemini Enterprise. Fitur ini memberikan visibilitas terhadap penggunaan AI sehingga perusahaan dapat memantau performa sekaligus biaya operasional secara lebih akurat.

Baca Juga :  GTA 6 Hadir dengan Grafis dan Dunia Paling Realistis

Vertex AI Rekomendasikan Model AI yang Lebih Efisien

Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia Pacific, Moe Abdula, menjelaskan Google saat ini menyediakan ratusan model AI yang dapat dipilih sesuai kebutuhan bisnis.

Melalui platform Vertex AI, sistem akan menganalisis kebutuhan pengguna dan merekomendasikan model AI yang dinilai paling sesuai, termasuk mempertimbangkan efisiensi biaya.

Menurut Moe, pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan memperoleh performa AI yang optimal tanpa harus selalu menggunakan model dengan biaya paling tinggi.

Google Perluas Tim Engineer AI di Indonesia

Selain menghadirkan solusi teknologi, Google Cloud juga memperluas tim Forward-Deployed Engineer (FDE) di Indonesia.

Tim ini terdiri dari spesialis AI yang bekerja langsung bersama pelanggan perusahaan untuk membantu proses implementasi teknologi AI, mengurangi risiko, mempercepat adopsi, serta memastikan investasi yang dilakukan memberikan hasil maksimal.

Kehadiran FDE diharapkan dapat mendukung transformasi digital perusahaan di Indonesia, terutama dalam pemanfaatan teknologi agentic AI yang kini mulai berkembang di berbagai sektor industri.

Baca Juga :  Samsung Galaxy A08 Resmi di Indonesia, Bawa Baterai 6.000 mAh dan Update 6 Tahun

Dengan kombinasi layanan Gemini Enterprise, Vertex AI, FinOps, dan dukungan tenaga ahli di lapangan, Google Cloud menargetkan perusahaan dapat memanfaatkan kecerdasan buatan secara lebih efektif tanpa dibayangi lonjakan biaya token AI.


FAQ

Apa itu token AI?

Token AI merupakan satuan yang digunakan model kecerdasan buatan untuk memproses teks, baik saat menerima perintah maupun menghasilkan jawaban. Semakin banyak token yang diproses, semakin besar pula biaya penggunaan layanan AI.

Bagaimana Google Cloud membantu menghemat biaya AI?

Google Cloud menyediakan layanan FinOps untuk memantau biaya, serta Vertex AI yang dapat merekomendasikan model AI paling efisien sesuai kebutuhan perusahaan.

Apa fungsi Gemini Enterprise?

Gemini Enterprise merupakan layanan AI Google untuk kebutuhan bisnis yang menyediakan fitur keamanan, manajemen biaya, serta integrasi dengan berbagai layanan Google Cloud.

Mengapa perusahaan perlu menghitung biaya token AI?

Perhitungan biaya token membantu perusahaan mengontrol anggaran, menghindari pembengkakan biaya, dan memastikan implementasi AI memberikan nilai bisnis yang sebanding dengan investasi.

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Aturan Data Center, Investor Asing Diminta Gandeng Pengusaha Lokal
Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk Anak-Anak Amerika, Ini Rencananya
ITS Kembangkan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Berbasis AI
Xiaomi Redmi Band 4 Resmi, Baterai 21 Hari dan Harga Rp450 Ribuan
iPad Mini 8 Segera Rilis? Ini Bocoran Spesifikasi dan Perkiraan Harganya
Samsung Galaxy A07s Rp2,69 Juta, Ini Spesifikasi Lengkap dan Bonus Pembeliannya
Lenovo IdeaPad Vibe Punya 7 Warna Pantone, Ini Bocoran Spesifikasinya
Galaxy S26 FE vs S25 FE, Mana yang Lebih Layak Dibeli pada 2026?
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pemerintah Siapkan Aturan Data Center, Investor Asing Diminta Gandeng Pengusaha Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk Anak-Anak Amerika, Ini Rencananya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Berbasis AI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Xiaomi Redmi Band 4 Resmi, Baterai 21 Hari dan Harga Rp450 Ribuan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:00 WIB

iPad Mini 8 Segera Rilis? Ini Bocoran Spesifikasi dan Perkiraan Harganya

Berita Terbaru