Dana Asing Masuk RI Tembus US$9 Miliar, BI Ungkap Sinyal Positif untuk Rupiah, SBN, dan Investasi 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta- Arus dana asing kembali mengalir deras ke pasar keuangan Indonesia. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan nilai investasi portofolio asing yang masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) telah mencapai sekitar US$9 miliar hingga 26 Juni 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pasar keuangan dunia.

Wakil Deputi Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan aliran modal asing tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai menarik oleh investor internasional. Masuknya dana asing tidak hanya memperkuat pasar obligasi pemerintah, tetapi juga membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperluas likuiditas di sektor keuangan.

Kepercayaan investor juga didukung oleh kebijakan moneter Bank Indonesia yang tetap menjaga keseimbangan antara pengendalian inflasi, stabilitas rupiah, dan pertumbuhan ekonomi. BI telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus menjaga daya tarik aset keuangan domestik.

Selain kebijakan suku bunga, Bank Indonesia terus memperbesar operasi pasar melalui ekspansi likuiditas. Hingga akhir Juni 2026, total ekspansi likuiditas telah mencapai sekitar Rp1.000 triliun, meningkat tajam dibandingkan sekitar Rp600 triliun pada akhir Mei 2026. Langkah tersebut bertujuan memastikan kebutuhan likuiditas perbankan tetap terjaga sehingga penyaluran kredit kepada dunia usaha dapat terus berjalan.

Baca Juga :  Bunga Deposito Bank Hari Ini 19 Agustus 2026: Cek Bank BRI, Mandiri, BNI dan BCA yang Tertinggi?

Bagi investor, derasnya arus dana asing menjadi sinyal positif terhadap prospek pasar obligasi Indonesia. Permintaan yang tinggi terhadap SBN berpotensi menjaga stabilitas imbal hasil (yield) obligasi pemerintah sekaligus memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap pengelolaan fiskal dan moneter Indonesia.

Penguatan aliran modal juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah. Ketika pasokan devisa meningkat akibat masuknya investasi asing, tekanan terhadap rupiah dapat berkurang sehingga volatilitas nilai tukar lebih terkendali. Kondisi tersebut penting untuk menjaga stabilitas harga barang impor dan mengendalikan inflasi.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mencermati berbagai risiko eksternal seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), kondisi geopolitik global, hingga perlambatan ekonomi sejumlah negara. Faktor-faktor tersebut masih dapat memengaruhi arus modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini 20 September 2026 Naik, Cek Harga dan Buyback

Dengan kombinasi kebijakan moneter yang terukur, stabilitas ekonomi yang terjaga, serta meningkatnya kepercayaan investor, peluang pasar keuangan Indonesia untuk tetap menarik sepanjang 2026 masih terbuka lebar. Investor tetap disarankan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

FAQ

1. Berapa dana asing yang masuk ke Indonesia hingga akhir Juni 2026?
Sekitar US$9 miliar melalui instrumen SBN dan SRBI.

2. Apa itu SBN?
Surat Berharga Negara adalah obligasi yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai APBN.

3. Apa itu SRBI?
Sertifikat Rupiah Bank Indonesia merupakan instrumen moneter yang diterbitkan BI untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

4. Mengapa dana asing penting bagi Indonesia?
Karena dapat memperkuat rupiah, meningkatkan likuiditas pasar, dan mendukung stabilitas ekonomi.

5. Berapa suku bunga acuan BI saat ini?
Bank Indonesia menetapkan BI Rate sebesar 5,75 persen. (Tim)

Berita Terkait

Harga BBM 3 Oktober 2026: Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Shell, Cek Daftar Lengkapnya
Professional Liability Insurance Canada 2026: Cost, Coverage and E&O Guide
Temporary Car Insurance for 1 Month in the USA: Options, Costs and Alternatives
Tabel Angsuran KUR BRI Rp25 Juta Lengkap Berdasarkan Tenor
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayar Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Investor Dapat Rp66 per Saham
Business Loan Australia 2026: Interest Rates, Requirements and How to Apply
Harga Emas Hari Ini 2 Oktober 2026 Naik? Cek Harga Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg
Harga Emas Pegadaian 2 Oktober 2026 Stabil, Antam Rp2,62 Juta per Gram
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Harga BBM 3 Oktober 2026: Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Shell, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Professional Liability Insurance Canada 2026: Cost, Coverage and E&O Guide

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Temporary Car Insurance for 1 Month in the USA: Options, Costs and Alternatives

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Tabel Angsuran KUR BRI Rp25 Juta Lengkap Berdasarkan Tenor

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:00 WIB

HUT ke-28, Bank Mandiri Bayar Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Investor Dapat Rp66 per Saham

Berita Terbaru

Teknologi

WhatsApp Android Siapkan Tampilan Baru

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB