JP Morgan Ramal Harga Emas Balik Arah ke Level Fantastis Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS-Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki peluang menguat dalam jangka menengah hingga akhir tahun 2026. Meski saat ini mengalami tekanan dan koreksi cukup dalam, bank investasi raksasa asal Amerika Serikat, JPMorgan Chase tetap mempertahankan pandangan bullish terhadap prospek logam mulia tersebut.

JP Morgan menilai pelemahan harga emas saat ini hanya bersifat sementara akibat melemahnya permintaan jangka pendek serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan kebijakan suku bunga tinggi.

Namun, bank tersebut memperkirakan harga emas berpotensi kembali naik menuju level psikologis US$6.000 per troy ounce pada akhir 2026.

JP Morgan Pangkas Proyeksi, Tapi Tetap Optimistis

Dalam laporan terbarunya, JP Morgan memangkas proyeksi rata-rata harga emas dunia tahun 2026 menjadi US$5.243 per troy ounce dari sebelumnya US$5.708 per troy ounce.

Penurunan estimasi tersebut dipicu oleh melemahnya permintaan investor dalam jangka pendek. Selain itu, ketidakpastian ekonomi global membuat pasar lebih berhati-hati terhadap aset safe haven seperti emas.

Meski demikian, analis JP Morgan menilai kondisi ini tidak akan berlangsung lama.

Menurut mereka, ketika tekanan inflasi dan gejolak energi mulai mereda, permintaan emas dari investor global maupun bank sentral diperkirakan kembali meningkat pada paruh kedua 2026.

Harga Emas Bisa Kembali Melonjak

JP Morgan memperkirakan momentum kenaikan harga emas akan kembali terjadi seiring meningkatnya pembelian oleh bank sentral dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara terus meningkatkan cadangan emas untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Kondisi geopolitik global yang masih memanas juga menjadi faktor utama yang dapat mendorong harga emas kembali naik tajam.

Baca Juga :  IHSG Ditutup Merosot ke 6.206,40, Investor Waspadai Sinyal The Fed dan Arus Dana Asing

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) saat terjadi:

  • Ketidakpastian ekonomi
  • Inflasi tinggi
  • Konflik geopolitik
  • Pelemahan mata uang
  • Krisis pasar keuangan

Karena itu, ketika risiko global meningkat, permintaan emas biasanya ikut melonjak.

Faktor yang Menekan Harga Emas Saat Ini

Meski prospek jangka panjang masih positif, harga emas saat ini menghadapi beberapa tekanan besar.

Beberapa faktor utama penyebab pelemahan harga emas antara lain:

1. Dolar AS Menguat

Penguatan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri sehingga permintaan cenderung menurun.

2. Suku Bunga Tinggi

Kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve membuat investor lebih tertarik menyimpan dana pada instrumen berbunga dibanding emas.

3. Inflasi dan Harga Energi

Kenaikan harga minyak dunia memicu kekhawatiran inflasi berkepanjangan yang membuat pasar lebih berhati-hati.

4. Konflik Geopolitik

Perang dan ketegangan internasional turut memengaruhi volatilitas pasar logam mulia.

Harga Emas Sudah Turun 14 Persen

Sejak pecahnya konflik Amerika Serikat dan Iran pada Februari 2026, harga emas tercatat telah turun sekitar 14 persen.

Penurunan tersebut terjadi karena pasar mulai mengantisipasi kemungkinan kebijakan moneter ketat berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Investor kini lebih fokus pada arah suku bunga global dan pergerakan dolar AS.

ANZ Juga Pangkas Proyeksi Harga Emas

Selain JP Morgan, ANZ juga memangkas proyeksi harga emas akhir tahun menjadi US$5.600 per troy ounce.

Menurut ANZ, risiko inflasi tinggi, kenaikan imbal hasil obligasi, serta penguatan dolar AS masih menjadi ancaman utama bagi pergerakan emas dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Emas Antam Menguat Dua Hari Beruntun, Ini Daftar Harganya

Namun, mayoritas analis global masih percaya bahwa harga emas memiliki peluang besar untuk kembali menguat sebelum akhir 2026.

Emas Masih Jadi Investasi Favorit

Meski mengalami fluktuasi harga, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat.

Banyak investor memilih emas karena dianggap:

  • Aman dalam jangka panjang
  • Tahan terhadap inflasi
  • Mudah dicairkan
  • Cocok untuk diversifikasi aset

Di Indonesia sendiri, minat investasi emas terus meningkat baik dalam bentuk emas fisik maupun digital.

Strategi Investor Saat Harga Emas Turun

Sebagian investor justru memanfaatkan koreksi harga emas sebagai peluang membeli.

Strategi buy on weakness atau membeli saat harga turun sering digunakan investor jangka panjang yang percaya harga emas akan kembali naik.

Namun, investor tetap disarankan memperhatikan:

  • Pergerakan suku bunga global
  • Nilai tukar dolar AS
  • Kondisi geopolitik
  • Kebijakan bank sentral

Faktor-faktor tersebut sangat memengaruhi arah harga emas dunia.

FAQ Harga Emas 2026

Kenapa harga emas turun?

Harga emas turun karena penguatan dolar AS, suku bunga tinggi, dan melemahnya permintaan jangka pendek.

Berapa prediksi harga emas menurut JP Morgan?

JP Morgan memperkirakan harga emas bisa mencapai US$6.000 per troy ounce pada akhir 2026.

Apakah sekarang waktu yang tepat membeli emas?

Sebagian investor menganggap koreksi harga sebagai peluang membeli untuk investasi jangka panjang.

Apa yang membuat harga emas naik?

Inflasi tinggi, konflik geopolitik, pelemahan dolar, dan permintaan bank sentral biasanya mendorong kenaikan harga emas.

Apakah emas masih aman untuk investasi?

Emas masih dianggap sebagai aset safe haven yang relatif aman untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, dan BNI Oktober 2026, Siapkan Dana Rp1 Miliar
Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.895 pada 14 Oktober 2026
IHSG Menguat ke 5.943, Saham BRPT Melonjak 9,16%, MAPI dan MEDC Ikut Melaju
Cara Menghasilkan Uang dari Shopee Affiliate 2026, Modal HP dan Target Rp100 Ribu Sehari
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 14 Oktober 2026, Saham PTBA, EMAS, dan ERAA Jadi Sorotan
Harga Emas Logam Mulia Hari Ini 14 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,57 Juta
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 14 Oktober 2026 Turun Rp20.000, Cek Daftar Lengkapnya
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, dan BNI Oktober 2026, Siapkan Dana Rp1 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.895 pada 14 Oktober 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:01 WIB

IHSG Menguat ke 5.943, Saham BRPT Melonjak 9,16%, MAPI dan MEDC Ikut Melaju

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Cara Menghasilkan Uang dari Shopee Affiliate 2026, Modal HP dan Target Rp100 Ribu Sehari

Berita Terbaru

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 75?

Ekonomi

Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop

Kamis, 15 Okt 2026 - 00:08 WIB