Wajah dan Suara Dipalsukan AI, Praktisi Teknologi Ingatkan Bahaya Penipuan Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Modus penipuan online di Indonesia kembali meningkat dengan memanfaatkan teknologi terbaru kecerdasan buatan (AI).

Seorang praktisi teknologi digital, Mr Bert, melalui akun Instagram @realmrbert, memperingatkan publik bahwa kini penipu dapat membuat duplikasi wajah dan suara seseorang dengan tingkat kemiripan yang nyaris sempurna.

Ia menjelaskan bahwa sudah muncul aplikasi baru yang dirilis empat hari lalu dan mampu menghasilkan tiruan wajah yang sulit dibedakan dari aslinya. Dalam unggahannya, ia menampilkan contoh manipulasi wajah menyerupai Raffi Ahmad, lengkap dengan suara yang sangat mirip. Dengan teknologi ini, penipu dapat membuat korban percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi langsung dengan figur terkenal.

“Contohnya ubah jadi Raffi Ahmad seperti ini, lalu bilang selamat menang giveaway 100 juta dan harus bayar pajak dulu. Banyak orang bisa tertipu,” ungkapnya. Ia juga menyebut bahwa software tersebut sangat berbahaya dan sengaja digunakan untuk menipu, bukan sekadar hiburan.

Baca Juga :  BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem Mei 2026, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

Mr Bert mengingatkan masyarakat agar tidak hanya waspada terhadap panggilan telepon, tetapi juga video call, karena rekayasa visual kini semakin canggih. Modus semacam ini memungkinkan kejahatan online dilakukan dengan memanfaatkan wajah publik figur atau orang terdekat korban.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan besarnya ancaman penipuan digital ini. OJK melalui Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Pasti) mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan online mencapai Rp7,3 triliun. Angka itu berasal dari berbagai modus, mulai dari scam berkedok investasi hingga manipulasi identitas digital.

Baca Juga :  Google Rilis Fitur Anti Penipuan AI, Pengguna Android Kini Lebih Aman dari Telepon Scam Deepfake

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut ada lebih dari 311 ribu laporan masuk sejak Satgas Pasti diluncurkan, baik dari dalam maupun luar negeri. Ia menegaskan banyak korban berasal dari kelompok rentan.

“Ini sangat mengerikan. Uang Rp7,3 triliun itu milik pensiunan, janda, pekerja migran Indonesia, pelajar, ibu rumah tangga, dan guru. Mereka semua menjadi korban scam,” ujar Friderica dalam kegiatan Edukasi Keuangan bagi PMI di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Ia meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan digital dan tidak mudah percaya pada permintaan dana tanpa verifikasi.

Berita Terkait

Acer Predator Helios Neo 16 RTX 5070: Spesifikasi dan Kisaran Harga
10 HP Android Terkencang AnTuTu September 2026, Xiaomi 18 Fold Juara
Huawei Siapkan Watch Air, Smartwatch Baru yang Dirumorkan Hadir Tahun Ini
POCO F9 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp10,49 Juta
Internet Batam dan Bintan Terganggu saat Listrik Padam, Komdigi Buka Suara
Ultraviolette Tesseract Bisa Tempuh 261 Km, Dibekali Kamera dan ABS
Fitur Baru WhatsApp Bisa Jadwalkan Pesan Otomatis, Begini Cara Kerjanya
DJP Beri Diskon Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Berlaku sampai 2028: Ini Syarat dan Cara Mengajukannya
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Acer Predator Helios Neo 16 RTX 5070: Spesifikasi dan Kisaran Harga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:00 WIB

10 HP Android Terkencang AnTuTu September 2026, Xiaomi 18 Fold Juara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Huawei Siapkan Watch Air, Smartwatch Baru yang Dirumorkan Hadir Tahun Ini

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:01 WIB

POCO F9 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp10,49 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Internet Batam dan Bintan Terganggu saat Listrik Padam, Komdigi Buka Suara

Berita Terbaru